Analitik Pembelajaran Longitudinal
Menginterpretasikan bukti lintas fase pembelajaran untuk membuat perkembangan, stabilitas, akselerasi, dan risiko yang mulai muncul menjadi terlihat.
BAIL-PSP tidak lahir dari satu proyek penelitian. BAIL-PSP berkembang melalui perjalanan riset yang berkelanjutan dalam pembelajaran digital, pendidikan STEM, asesmen pendidikan, lingkungan pembelajaran virtual, dan pembelajaran berbantuan AI. Berbagai arah penelitian tersebut secara bertahap berkonvergensi pada satu pertanyaan utama: bagaimana perkembangan belajar dapat dibuat terlihat, diinterpretasikan dari waktu ke waktu, dan didukung secara adaptif menuju pencapaian kompetensi?
Riset awal mengenai kompetensi digital, layanan e-learning, kesiapan belajar daring, dan asesmen digital secara bertahap menggeser fokus penelitian dari sekadar penyediaan akses menuju pemahaman tentang bagaimana peserta didik berpartisipasi, berkembang, dan menunjukkan hasil belajarnya dalam lingkungan digital.
Perkembangan ini menjadi sebuah transisi konseptual yang penting: lingkungan digital bukan hanya tempat berlangsungnya pembelajaran, tetapi juga dapat menghasilkan bukti yang memungkinkan perkembangan belajar peserta didik diinterpretasikan.
Lintasan riset kemudian berkembang dari pembelajaran digital konvensional menuju lingkungan pembelajaran berbantuan AI dan teknologi imersif. Penelitian mengenai praktik pengajaran berbantuan AI, chatbot pendidikan, dan video imersif 360 derajat mengeksplorasi bagaimana teknologi baru dapat memperkuat interaksi, komunikasi, umpan balik, dan keterlibatan peserta didik.
Arah ini dikembangkan lebih lanjut melalui proyek penelitian Enhancing VirLab with 360° Video Technology tahun 2025, melalui kolaborasi dengan Dr. Dianna Suzieanna Mohd Shah dan Dr. Mohamad Safwat Ashahir M. Salim, bersama Dr. Dodi Sukmayadi. Kolaborasi tersebut memperkuat keterhubungan antara lingkungan imersif, pembelajaran yang dimediasi teknologi, dan pengembangan berkelanjutan pengalaman belajar virtual.
Jalur penelitian lain berkembang dari pertanyaan tentang makna data asesmen di luar sekadar pelaporan capaian. Penelitian dalam asesmen, evaluasi, dan pengukuran psikometrik secara bertahap membuka jalan menuju interpretasi bukti belajar secara longitudinal dan pemanfaatan bukti tersebut untuk memahami perkembangan, risiko yang mulai muncul, dan pencapaian kompetensi.
Arah ini dikembangkan lebih lanjut melalui proyek penelitian AI-Supported Learning Analytics Framework tahun 2026 bersama Dr. Richie Tai Ki Kim dan Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D., serta Sukma Wahyu Wijayanti, S.Pd., M.Pd.. Kolaborasi ini menghubungkan analitik pembelajaran, interpretasi psikometrik, asesmen, dan pemodelan peserta didik berbantuan AI dalam suatu kerangka yang dapat diterapkan secara luas.
Pendidikan STEM menyediakan konteks penting untuk mengkaji secara terpadu berbagai persoalan mengenai teknologi, kualitas pembelajaran, kompetensi, inovasi, dan kesetaraan. Jalur penelitian ini secara bertahap menghubungkan pembelajaran di kelas dengan persoalan yang lebih luas mengenai pembelajaran interdisipliner, penalaran ilmiah, partisipasi yang berkeadilan, dan transformasi pendidikan.
Dimensi STEM juga beririsan dengan riset analitik pembelajaran saat ini melalui kolaborasi dengan Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. dalam proyek AI-Supported Learning Analytics Framework tahun 2026, yang semakin memperkuat keterhubungan antara asesmen, perkembangan belajar, dan pendidikan STEM.
Riset mengenai microteaching daring, laboratorium virtual, self-regulated learning, dan praktikum yang dapat diperluas secara bertahap menggeser perhatian dari penyampaian konten digital menuju perancangan lingkungan yang memungkinkan peserta didik berlatih, memperoleh umpan balik berbasis bukti, melakukan refleksi, dan mengembangkan kompetensi melalui pengalaman belajar yang berulang.
Lintasan ini kini dikembangkan lebih lanjut melalui proyek penelitian AI-Powered Remote Teaching Practice Ecosystem tahun 2026 bersama Prof. Yusep Rosmansyah, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Ir. Yoanes Bandung, S.T., M.T., serta Sukma Wahyu Wijayanti, S.Pd., M.Pd.. Keterlibatan mereka menghubungkan riset ini dengan teknologi pendidikan, lingkungan pembelajaran cerdas, sistem multimedia, infrastruktur digital, dan pengembangan praktik mengajar berbantuan teknologi.
Pada 2025–2026, berbagai jalur penelitian yang sebelumnya saling berhubungan tetapi masih relatif terpisah semakin berkonvergensi. Pembelajaran digital menghasilkan bukti belajar yang semakin kaya; asesmen dan psikometrik memperkuat interpretasi; analitik pembelajaran membuat pola perkembangan longitudinal menjadi terlihat; AI memperluas kapasitas analisis dan umpan balik; STEM menempatkan kompetensi dan kesetaraan sebagai perhatian penting; sementara lingkungan virtual memungkinkan praktik dan refleksi dilakukan secara berulang.
Dua arah penelitian terkini memperlihatkan konvergensi tersebut dengan sangat jelas. AI-Supported Learning Analytics Framework menghubungkan asesmen, psikometrik, analitik pembelajaran, dan dukungan adaptif, sedangkan AI-Powered Remote Teaching Practice Ecosystem menghubungkan AI, lingkungan pembelajaran virtual, praktik profesional, dan umpan balik berbasis bukti.
Secara bersama-sama, perkembangan tersebut membentuk landasan riset yang penting bagi pengembangan berkelanjutan BAIL-PSP — Beyond AI Learning: Post-School Pedagogy.
Program riset saat ini bergerak melampaui sekadar adopsi perangkat AI menuju persoalan mengenai agensi peserta didik, interpretasi pedagogis, dan dukungan adaptif. Penelitian tahun 2026 mengenai AI in Non-Formal Education: Reshaping Educated Agency through Dialogic Approaches, yang melibatkan Dr. Ridi Ferdiana, Drs. Zulfikri, M.Ed., Dr. Dodi Sukmayadi, M.Sc.Ed., dan Sukma Wahyu Wijayanti, S.Pd., M.Pd., semakin memperkuat arah ini dengan menempatkan agensi dan pembelajaran dialogis dalam lanskap pendidikan berbantuan AI yang sedang berkembang.
Perhatian utama dengan demikian adalah bagaimana AI dapat dimoderasi secara pedagogis sehingga pendidik tetap memegang peran sentral, peserta didik semakin mampu menginterpretasikan perkembangan belajarnya sendiri, dan teknologi berfungsi mendukung—bukan menggantikan—proses pendidikan.
Menginterpretasikan bukti lintas fase pembelajaran untuk membuat perkembangan, stabilitas, akselerasi, dan risiko yang mulai muncul menjadi terlihat.
Memampukan peserta didik untuk menginterpretasikan bukti belajarnya sendiri, merefleksikan perkembangan, dan mengambil peran yang semakin aktif dalam pembelajaran.
Menerjemahkan bukti yang telah diinterpretasikan menjadi umpan balik tepat waktu, tindakan pendidik, dan intervensi adaptif menuju pencapaian kompetensi.
Lanjutkan eksplorasi BAIL-PSP melalui konsep pedagogis dan lingkungan pembelajarannya.
← Kembali ke Beranda BAIL-PSP